Yayasan Putra Indonesia Malang

Yayasan Putera Indonesia Malang - Pengesahan Proker

PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN

PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN

Dewasa ini perkembangan ilmu manajemen demikian pesat, banyak teori-teori yang tumbuh dan berkembang terkait dengan pengelolaan sebuah organisasi atau perusahaan. Organisasi yang besar dan profesional tentunya harus memiliki manajemen yang baik, sehingga organisasi atau perusahaan dapat bertahan dan terus mengembangkan dirinya.

Pada dasarnya ilmu tentang manajemen yang berkembang saat ini merupakan pengembangan dari prinsip-prinsip manajemen yang telah diletakkan oleh para peneliti terdahulu. Hasil penelitian para ahli atas studi kasus perihal pengelolaan organisasi inilah yang mengembangkannya menjadikan ilmu manajemen terus terbarui. Disamping perkembangan situasi dan kondisi sebagai dampak arus globalisasi juga menjadi tinjauan yang penting dalam pengelolaan sebuah organisasi atau perusahaan.

Adalah  Henri Fayol (1841-1925) ilmuwan yang pertama kali menerapkan fondasi ini untuk manajemen ilmiah modern. Konsep-konsep yang dia gagas disebut prinsip manajemen. Prinsip ini adalah faktor yang mendasari manajemen yang sukses dalam sebuah organisasi. Henri Fayol mengeksplorasi hal ini secara komprehensif,  sebagai hasilnya dia berhasil merangkum 14 prinsip manajemen dasar. Prinsip-prinsip manajemen dan penelitian Henri Fayol diterbitkan dalam buku yang berjudul ‘General and Industrial Management’ (1916).

14 prinsip Manajemen yang diletakkan oleh Henri Fayol ini adalah pernyataan yang didasarkan pada kebenaran mendasar dan telah diuji. Prinsip – prinsip manajemen ini berfungsi sebagai pedoman untuk pengambilan keputusan dan tindakan manajemen. Prinsip – prinsip ini telah disusun dengan menggunakan observasi dan analisis peristiwa yang dihadapi para manajer dalam praktiknya. Henri Fayol mampu mensintesis 14 prinsip manajemen setelah bertahun-tahun melakukan riset.

14 Prinsip Manajemen tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pembagian Kerja (Division of work)

Tingkat keahlian yang berbeda dapat dibedakan dalam bidang pengetahuan mulai dari generalis hingga spesialis, pengembangan pribadi dan profesi harus saling mendukung. Dengan Prinsip “the right man in the right place” dalam praktiknya, karyawan memiliki spesialisasi dalam bidang yang berbeda dan mereka memiliki keterampilan yang berbeda pula satu sama lain. Oleh karena itu penempatan karyawan pada posisi yang tepat sesuai kapasitas dan kapabilitasnya menjadi hal yang sangat prinsip dalam manajemen. Menurut Henri Fayol, meningkatkan efisiensi tenaga kerja dapat  meningkatkan produktivitas. Selain itu, spesialisasi tenaga kerja meningkatkan akurasi dan kecepatan mereka. Prinsip manajemen ini berlaku untuk kegiatan teknis dan manajeria di setap organisasi,

  1. Otoritas dan Tanggung jawab (Authority and responsibility)

Menurut Henri Fayol, kuasa atau kewenangan yang menyertainya memberi manajer  hak untuk memberi perintah kepada bawahan. Untuk menyelesaikan sesuatu dalam organisasi, manajemen memiliki wewenang untuk memberi perintah kepada karyawan. Tentu saja ini dengan otoritas ini ada tanggung jawab. Tanggung jawab dapat ditinjau kembali dari kinerja dan oleh karena itu perlu membuat perjanjian atas otoritas yang diberikan. Dengan kata lain, otoritas dan tanggung jawab berjalan bersama dan mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama.

  1. Disiplin

Prinsip ketiga dari 14 prinsip manajemen adalah tentang kedisiplinan. Hal ini sering menjadi bagian dari nilai inti (core) misi dan visi bentuk perilaku yang baik dan interaksi yang saling menghormati. Prinsip manajemen ini sangat penting dan dilihat sebagai hal yang membuat organisasi berjalan lancar.

  1. Kesatuan Komando (Unity of command)

Prinsip manajemen ‘Unity of command’ atau kesatuan komando adalah bahwa setiap karyawan harus menerima perintah dari satu manajer sehingga karyawan memiliki tanggung jawab kepada manajer tersebut. Jika tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada karyawan diberikan oleh lebih dari satu manajer, ini dapat menyebabkan kebingungan yang dapat menyebabkan konflik bagi karyawan. Dengan menggunakan prinsip ini, tanggung jawab agar terhindar dari kesalahan akan bisa di minimalisir.

  1. Kesatuan Arah (Unity of direction)

Prinsip manajemen ini adalah tentang fokus dan kesatuan. Semua karyawan memberikan kegiatan yang sama yang dapat dikaitkan dengan tujuan yang sama, hal ini seperti Anda mencari North Star Metric untuk bisnis Anda. Semua kegiatan harus dilakukan oleh satu kelompok yang membentuk tim. Kegiatan-kegiatan ini harus dijelaskan dalam rencana aksi. Manajer pada akhirnya bertanggung jawab atas rencana ini dan dia memantau perkembangan kegiatan yang ditentukan dan direncanakan. Area fokus adalah upaya yang dilakukan oleh karyawan dan koordinasi.

  1. Subordinasi Kepentingan Individu

Selalu ada semua jenis kepentingan dalam suatu organisasi. Agar organisasi berfungsi dengan baik, Henri Fayol mengindikasikan bahwa kepentingan pribadi lebih rendah daripada kepentingan organisasi (etika). Fokus utamanya adalah pada tujuan organisasi dan bukan pada individu. Ini berlaku untuk semua tingkat dari seluruh organisasi, termasuk para manajer.

  1. Penggajian (Remuneration)

Motivasi dan produktivitas adalah dua hal yang berkaitan dalam kelancaran organisasi. Prinsip manajemen ini menjelaskan bahwa penggajian harus cukup untuk membuat karyawan termotivasi dan produktif. Ada dua jenis penggajian yaitu non-moneter (pujian, tanggung jawab lebih, kredit) dan moneter (kompensasi, bonus atau kompensasi finansial lainnya). Pada akhirnya, ini adalah tentang menghargai upaya karyawan yang telah dilakukan.

  1. Pemusatan (The Degree of Centralization)

Manajemen dan otoritas untuk memproses pengambilan keputusan harus seimbang dalam sebuah organisasi. Ini tergantung pada volume dan ukuran organisasi tersebut. Sentralisasi berarti meletakan konsentrasi otoritas dalam pengambilan keputusan di manajemen puncak (dewan eksekutif). Berbagi kewenangan untuk proses pengambilan keputusan dengan tingkat yang lebih rendah (manajemen menengah dan bawah), disebut sebagai desentralisasi. Henri Fayol mengindikasikan bahwa organisasi harus berusaha untuk melakukan keseimbangan yang baik dalam hal ini.

  1. Hirarki (Scalar Chain)

Hirarki atau tingkatan hadir dalam organisasi tertentu. Hal Ini bervariasi, mulai dari manajemen senior (dewan eksekutif) ke level terendah dalam organisasi. Prinsip manajemen hierarki menyatakan bahwa harus ada garis yang jelas di bidang otoritas (dari atas ke bawah dan semua manajer di semua tingkatan dan divisi). Hal Ini bisa dilihat sebagai tipe struktur manajemen. dengan adanya hierarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.

  1. Ketertiban (Order)

Menurut prinsip ini, karyawan dalam suatu organisasi harus memiliki sumber daya yang tepat sehingga mereka dapat berfungsi dengan baik dalam suatu organisasi. Selain tatanan sosial (tanggung jawab manajer) lingkungan kerja harus aman, bersih dan rapi.

  1. Keadilan dan Kejujuran (Equity)

Prinsip manajemen keadilan dan kejujuran sering terjadi pada nilai-nilai inti dari suatu organisasi. Menurut Henri Fayol, karyawan harus diperlakukan dengan adil dan setara. Karyawan harus berada di tempat yang tepat di organisasi untuk melakukan hal yang benar. Manajer harus mengawasi dan memantau proses ini dan mereka harus memperlakukan karyawan secara adil dan tidak memihak.

  1. Stabilitas kondisi karyawan ( Stability of Tenure of Personnel )

Prinsip manajemen ini merupakan penempatan dan pengelolaan personil dan hal  ini harus seimbang dengan layanan yang disediakan dari organisasi. Manajemen berusaha untuk meminimalkan perputaran karyawan dan memiliki staf yang tepat di tempat yang tepat dan waktu yang tepat. Hal seperti perubahan posisi pada karyawan harus dikelola dengan baik.

  1. Inisiatif (Initiative)

Henri Fayol berpendapat bahwa dengan prinsip manajemen ini, karyawan harus diizinkan untuk mengungkapkan ide-ide baru. Ini mendorong minat dan keterlibatan dan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Inisiatif karyawan adalah sumber kekuatan untuk organisas, hal ini juga mendorong karyawan untuk terlibat dalam kemajuan organisasi.

  1. Semangat kesatuan (Esprit de Corps)

Prinsip manajemen ‘esprit de corps’ adalah perjuangan untuk keterlibatan dan kesatuan karyawan. Manajer bertanggung jawab atas pengembangan moral di tempat kerja, baik secara individual dan dalam komunikasi. Esprit de corps berkontribusi pada pengembangan budaya dan menciptakan suasana saling percaya dan pengertian.

 

Meskipun jelas, banyak dari hal-hal ini masih digunakan berdasarkan akal sehat dalam praktik manajemen saat ini dalam organisasi. Tetapi Prinsip ini merupakan daftar praktis dengan area fokus yang didasarkan pada penelitian dan masih berlaku sampai sekarang  karena sejumlah prinsip logis. 14 prinsip manajemen dapat digunakan untuk mengelola organisasi dan merupakan alat yang berguna untuk melakukan prediksi, perencanaan, manajemen proses, manajemen organisasi, pengambilan keputusan, koordinasi dan kontrol.

Yayasan Putera Indonesia Malang sebagai salah satu Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Vokasi, yaitu Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang dengan Tiga Program Studi yakni Program Studi Diploma III Farmasi, Diploma III Analis Farmasi dan Makanan, dan Program Studi Diploma III Gizi, telah memiliki pengalaman yang sangat memadai dalam mengelola institusi pendidikan tinggi vokasi. Dan pendidikan menengah vokasi SMK Putra Indonesia Malang dengan program keahlian Teknik Kimia Industri dan Farmasi Industri Yang tentunya dapat menjadi alternatif pilihan studi lanjut bagi para lulusan SMA maupun SMK yang akan melanjutkan pendidikan lanjutannya ke pendidikan tinggi vokasi. Yang dalam pengelolaan lembaganya menerapkan sistem manajemen strategis menggunakan Balance scorecard ala Putera Indonesia Malang.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top